Imam Muhammad Baqir as: “Orang yang mencari ilmu dengan tujuan mendebat ulama (lain), mempermalukan orang-orang bodoh atau mencari perhatian manusia, maka bersiap-siaplah untuk menempati neraka. Kepemimpinan tidak berhak dimiliki kecuali oleh ahlinya”.
LAKUKAN SEKECIL APAPUN YANG KAU BISA UNTUK BELIAU AFS, WALAU HANYA MENGUMPULKAN TULISAN YANG TERSERAK!

فالشيعة هم أهل السنة

Tampilkan postingan dengan label Ukhuwah Islamiyyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ukhuwah Islamiyyah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juli 2013

Habib Rizieq: ASWAJA Tidak Mudah Mengkafirkan Penganut Mazhab Lain

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab, mengatakan bahwa Islam tidak mengajarkan untuk mudah mengatakan kafir pada kelompok natau mazhab tertentu.

“Islam tidak mengajarkan untuk mudah mengatakan kafir pada kelompok atau mazhab tertentu. Jangan mudah mengatakan Murji’ah itu kafir, Mu’tazilah itu kafir, Wahabi kafir, Syiah kafir, dan seterusnya. Hal tersebut bukan ajaran ahlus sunnah wal jamaah,” kata ulama kharismatik yang sering disapa Habib Rizieq kepada Mi’raj News Agency (MINA), Ahad (21/7).

Selasa, 09 Juli 2013

Grand Shaikh Al-Azhar: Keterlibatan Kanal Islami Dalam Konflik Politik Rugikan Islam (Wawancara Eksklusif)

Grand Shaikh Al-Azhar Prof. DR. Ahmad Thayeb menegaskan bahwa saat ini merupakan kesempatan emas bagi Al-Azhar untuk bekerja dengan seluruh kemampuannya demi mengembalikan kejayaannya di masa lalu. Beliau juga menegaskan bahwa Al-Azhar tidak akan mungkin berkhianat terhadap agama dan syariat Allah SWT.. Pasca kunjungannya ke Uni Emirat Arab, beliau mengatakan bahwasanya bukan tugas Dewan Ulama Senior untuk setuju atau tidak terhadap setiap draft undang-undang yang akan disahkan di Mesir. Akan tetapi, tugas Dewan Ulama Senior adalah menjelaskan kepada umat apakah draft suatu undang-undang sesuai dengan syariat Islam atau tidak. Beliau juga mengisyaratkan bahwa sebagian poin dari draft undang-undang sukuk (obligasi) yang diajukan oleh MPR Mesir sesuai dengan syariat, namun sebagian poin yang lain tidak sesuai dengan syariat. Dan Dewan Ulama Senior memberikan syarat-syarat dalam draft undang-undang sukuk tersebut agar tidak mengganggu aset-aset fundamental milik negara.

Masyarakat akan melihat mana permata, mana kerikil; mana Azhari, mana Salafi-Wahabi?

Siapa Azhari Siapa Salafi-Wahabi?

Oleh: Zulfahani Hasyim*

Tulisan ini tertulis setelah kegelisahan penulis yang berlangsung sejak lama dan membuncah saat penulis menyaksikan wawancara Dr. Ahmad Karimah, salah satu pengajar di Fakultas Syariah Islamiyah Universitas Al-Azhar Kairo di staisun televisi Mesir, Al-Masriyah. Beliau mengungkapkan kegelisahan beliau akan serangan-serangan baik dalam bentuk fisik atau opini publik terhadap Al-Azhar sebagai lembaga pendidikan dan keagamaan di Mesir oleh dua kelompok radikal Islam di Mesir yaitu Ikhwanul Muslimin dan Jama’ah Salafi. Sebelumnya penulis pernah mendapati sendiri di kampus, seorang mahasiswa Mesir yang berkoar-koar tentang “kekeliruan” akidah yang dianut Al-Azhar. Melabeli pengajar-pengajarAl-Azhar dengan label sesat dan bahkan kafir. Saat itu penulis langsung menegur dia dan mengajaknya diskusi. Namun bukan diskusi yang baik yang terjadi tapi justru debat kusir yang tidak ada ujungnya.

Inilah Sikap Ulama Al-Azhar Terkait Kondisi di Mesir

Kelompok Ikhwanul Muslimin menganggap kudeta terhadap presiden mereka, DR. Muhammad Mursi merupakan kudeta terhadap agama Islam. Mereka mengungkapkan bahwa agama Islam saat ini telah dilenyapkan dan wajib hukumnya menolong agama Allah berlandaskan munculnya tindakan anarkis dan korban tak berdosa yang berjatuhan. Karena munculnya cara berpikir yang salah ini, para ulama Al-Azhar menegaskan bahwa apa yang terjadi saat ini bukanlah merupakan konflik agama dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama. Ini hanyalah konflik antar partai dan golongan, serta sama sekali tidak bertujuan untuk agama. Para ulama Al-Azhar juga menyatakan bahwa pembunuh dan korban sama-sama akan masuk neraka. Kondisi saat ini adalah fitnah, menghimbau warga Mesir untuk tetap tinggal rumah masing-masing sampai fitnah ini berlalu.

Bantahan Putera Syekh Yusuf Al-Qardhawi terhadap Ayahnya

Kemarin, Dr. Yusuf  al-Qardhawi, Ketua Persatuan Ulama Islam Internasional, mengeluarkan fatwa kewajiban mendukung Legitimasi Presiden Mesir Muhammad Morsi yang dimakzulkan setelah jutaan rakyat Mesir turun ke jalan untuk menarik/mencabut nota kepercayaan atas kepemimpinannya. Putera beliau yang bernama Abdurrahman Yusuf al-Qardhawi tidak sepakat dengan fatwa yang dikeluarkan oleh ayahnya tersebut. Dia membalas fatwa tersebut dengan sepucuk surat kepada ayahnya yang dipublikasikan oleh media-media di Mesir. Redaksi Mosleminfo berhasil mengalihbahasakan surat tersebut dari Harian Youm7. Berikut terjemahan suratnya:

Minggu, 30 Juni 2013

Sayid Safiuddin: Hizbullah tidak akan Terjebak dalam Fitnah Mazhab

Sayid Hasyim Safiuddin, Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, Lebanon dalam sebuah acara menyinggung situasi terbaru yang terjadi di Saida dan upaya sebagian kalangan untuk mendorong Hizbullah terlibat dalam fitnah dan perang saudara. Ia mengatakan, "Hizbullah sampai kapanpun tidak akan pernah terjerumus ke dalam fitnah."
 

IRNA (30/6) melaporkan, Sayid Safiuddin menambahkan, "Sebagian kalangan di Lebanon ingin menciptakan fitnah dan kerusuhan di Lebanon, mereka hadir dimana saja ada fitnah dan kerusuhan. Mereka berusaha untuk melemparkan tuduhan terjadinya kerusuhan itu kepada Hizbullah, namun kejadian di Saida sama sekali tidak ada hubungannya dengan Hizbullah."

 

Kamis, 27 Juni 2013

Show ILC & Memudarnya Kemanusiaan Kiai

Oleh: Hertasning Ichlas
Acara Indonesia Lawyers Club tadi malam dengan tema”Syiah Diusir, Negara Ke Mana” memancarkan pesan yang sangat jelas bahwa kita mengalami krisis kemanusiaan.
Saya mendengar langsung bagaimana 2 Kiai Sampang berbicara. Saya menyimak bagaimana dua wakil MUI mengembangkan argumennya soal kasus Sampang. Lalu kemudian saya sedih dan marah karena mereka yang katanya ulama, lebih memilih menyatakan sesegera mungkin betapa berbedanya iman mereka dari pengungsi Sampang. Betapa sesatnya Tajul Muluk dan pengikutnya ketimbang mendahului barang sejenak bahwa atas nama Islam yang mereka banggakan, mereka berempati dan menyesal atas terjadinya pengusiran pengungsi Syiah dari GOR Sampang ke Rusunawa Puspa Agro di Sidioarjo karena kemanusiaan yang sama.

Rabu, 03 Oktober 2012

Keep Indonesia Free of Radical Clerics

Muslims attending prayers at a mosque in East Java.
Indonesia should think of controversial measures to keep
its mosques, boarding schools and institutions free of
militant ideas. (AP Photo).
Salim Osman - Straits Times | October 03, 2012
Some years ago, I attended Friday prayers at a mosque within the compound of Indonesia's Defense Ministry in Central Jakarta.

The prayer leader was a young preacher who delivered an off-the-cuff, hard-hitting sermon that criticized the government for not implementing sharia law in place of the man-made laws inherited from the Dutch.

A radical preacher at a government mosque? Nothing unusual here, as there were many others delivering similar sermons that amounted to "hate speech."

Senin, 01 Oktober 2012

Machfudz MD (Ketua MK) : Relokasi Warga Syiah Bertentangan dengan Konstitusi

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan, usulan relokasi warga Syiah dari Sampang, Madura, bertentangan dengan konstitusi. Ia menegaskan, konstitusi menyebutkan, merelokasi warga di suatu negara termasuk dalam tindakan diskriminatif. "Saya sangat tidak setuju relokasi (warga Syiah) karena itu bertentangan dengan konstitusi. Dalam konstitusi dikatakan, orang dapat memilih tempat tinggal dan tidak boleh dipindah (relokasi). Di mana pun orang bebas memilih tempat tinggal. Orang tidak boleh dipaksa relokasi," kata Mahfud seusai mengisi acara Silaturahim Kompas Gramedia, di Jakarta, Kamis (6/9/2012) malam.

Jumat, 28 September 2012

Pesantren NU tidak melahirkan teroris

Beberapa waktu lalu sempat ribut berita tudingan rohis di sekolah dan masjid sebagai sasaran teroris. Penyebabnya adalah berita di Metro TV tentang bibit terorisme di sekolah. Pola rekrutmen teroris, menurut Metro, ada lima, yakni sasarannya siswa SMP akhir-SMA dari sekolah-sekolah umum, masuk melalui program ekstra kurikuler di masjid-masjid sekolah.

Siswa-siswi terlihat tertarik kemudian diajak berdiskusi di luar sekolah, dijejali berbagai kondisi sosial buruk, penguasa korup, keadilan tidak seimbang, dan doktrin penguasa adalah thaghut alias kafir. Dalam waktu singkat, protes terhadap stasiun televisi itu menyeruak. Di Twitter pun datang bertubi-tubi karena kebanyakan aktivis dakwah muda merupakan jebolan rohis.

Lalu bagaimana menurut pandangan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj? Berikut penjelasannya kepada Muhammad Taufik dari merdeka.com dalam perjalanan semobil menuju sebuah stasiun televisi swasta, Rabu (26/9).

Pemerintah perlu awasi dakwah ulama

Sebagai pembimbing dan pengajar agama, ulama kerap dicatut saban penangkapan teroris baru di Indonesia. Ulama dianggap memiliki peran membentuk mental dan moral umat, terutama generasi muda. Lalu bagaimana menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj ihwal masalah itu.

“Mereka itu (ulama atau kiai), ada teroris atau tidak, ada bom atau tidak, tetap mengajar di masyarakat. Mereka mengajar akhlak ke masyarakat sekitar. Sekarang, mana ada kiai mengajari santrinya mengebom,” kata dia.

Namun dia mengakui dakwah ulama perlu diawasi. Bahkan, pemerintah perlu melarang dakwah ulama yang memicu perpecahan, misalnya mengkafirkan sesama.

Ajaran Wahabi mendorong orang menjadi teroris

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyebut ada kaitan antara aliran Wahabi dengan jaringan terorisme. Sebab, ajaran ini menyebutkan ziarah kubur, tahlilan, haul, dan istighosah itu musyrik dan bid'ah.

“Nah, di hati dan pikiran anak-anak muda, kalau begitu orang NU musyrik, kalau gitu orang tua saya tahlilan musyrik juga, halal darahnya, bisa dibunuh,” kata dia. Sebab itu, ajaran Wahabi sangat berbahaya.

Berikut penuturan Said Aqil kepada Muhammad Taufik dari merdeka.com, Rabu (26/9), dalam perjalanan semobil menuju sebuah tasiun televisi.

Teroris bodoh soal agama

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. (merdeka.com/Arie Basuki)
Terorisme beberapa kali menyasar Indonesia. Ancaman bom menghantui tempat hiburan malam, kantor perwakilan asing, gedung pemerintahan, hingga rumah-rumah ibadah. Dulu ada jaringan Dr Azahari dan Noordin Mohamad Top, dua gembong teroris asal Indonesia.

Kini muncul teroris-teroris muda berusia belasan tahun yang baru-baru ini digerebek di Kota Solo, Jawa Tengah. Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdhatul Ulama) sekaligus Ketua Dewan Penasihat BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) Said Aqil Siradj menegaskan kelompok radikal bakal terus bermunculan karena banyak faktor.

"Paling dominan faktor pengangguran, kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan pemahaman agama keliru," katanya kepada Muhammad Taufik dari merdeka.com, Rabu (26/9), dalam perjalanan semobil menuju sebuah stasiun televisi. Berikut penuturannya.

Selasa, 25 September 2012

Semua Golongan Adalah Musyrikun Dimata Kaum Wahabi/Salafy

Termasuk kemungkaran, bid’ah dhalalh dan kemusyrikan dalam pandangan kaum Wahabi/Salafi adalah menghormati hari lahir Nabi mulia Muhammad saw.dengan mengadakan perayaan yang di dalamnya dibacakan ayat-ayat suci Al Qur’an, membacakan syair-syair pujian untuk beliau, serta membagi-bagikan makana atau santunan apapun untuk kaum Mukminin dll. yang masuk dalam bingkai ungkapan rasa cinta dan syukur kita atas kelahiran beliau sebagai junjungan, Nabi akhir dan Rasul kesayangn Allah SWT.

Praktik seperti itu dalam pandangan kaum Wahabi/Salafi adalah sebagai bentuk penyembahan selain Allah SWT. Ia menyerupai praktik kaum Nasrani dalam menyambut hari lahir al-Masih as.
Tidak jarang kita saksikan para kyia dan khatib mereka menggembar-gemborkan suara sumbang pengkafiran atau tuduhan bahwa praktik itu serupa dengan praktik orang-orang Kristen, seperti dibanyak masjid mereka!

Minggu, 23 September 2012

Ya Salafisme, Ya Wahabisme: Ya Sama Saja

Apa jadinya bila negosiasi digusur oleh konfrontasi, argumentasi dibalas teror, dan dialog diubah dengan fatwa murtad?

Ada apa dengan sebutan ‘Salafi’? Sebesar apa pengaruh dan manfaatnya? Apakah ‘salaf’ tidak lebih dari sekedar alat justifikasi yang menjamin imunitas dari kritik dan tuduhan ‘sempalan’? Apakah ‘salaf’ itu seperti ‘merek dagang’ sehingga ia harus diperlakukan sebagai copyright lembaga atau kelompok tertentu? Ataukah ‘salaf’ dapat dianggap sebagai ‘nama barang’ sehingga setiap orang yang merasa melestarikan tradisi orang-orang terdahulu berhak untuk menyandangnya? Perlukah ada semacam lembaga ‘penertiban nama aliran’ di tengah umat Islam yang memiliki hak mutlak untuk memberikan dan mencabut atribut keagamaan agar tidak terjadi kesimpangsiuran, sengketa dan perang atribut yang sia-sia? Lebih jauh lagi, Apakah  atribut ‘salaf’ dan semacamnya itu bermakna, tidak ambigu dan tidak berbau truth claim (hegemoni teologis)? Apa batasan ilmiah ‘salaf’ dan definisi logis ‘saleh’? Bukankah ruang untuk berbeda pendapat dan penafsiran untuk setiap atribut itu selalu terbuka?

Amnesty Internasional: Bebaskan Pimpinan Syiah Sampang Tajul Muluk

Tajul Muluk (memakai seragam tahanan) di persidangan di Pengadilan
Negeri Sampang, Madura, Rabu (4/7).
(Jaringnews/Zamachsari)
Menyerukan pembebasannya segera dan tanpa syarat

JAKARTA, Jaringnews - Organisasi Hak Asasi Manusia Internasional mendesak pemerintah Indonesia membebaskan pimpinan kaum Syiah di Sampang Tajul Muluk. Sebab sejak awal tuduhan penistaan dan penodaan agama kepada Tajul Muluk tidak beralasan.

Kemarin, (21/9) Pengadilan Tinggi Jawa Timur menambah hukuman Tajul Muluk menjadi 4 tahun penjara. Hukuman itu 2 tahun lebih berat dibanding sebelumnya, pada Juli 2012.

Amnesty International sangat kecewa dengan putusan Pengadilan. Tajul Muluk telah dipenjara semata-mata karena pelaksanaan damai haknya untuk kebebasan berpikir, hati nurani dan beragama. Kami menganggap dia sebagai tahanan hati nurani (prisoner of conscience) dan menyerukan pembebasannya segera dan tanpa syarat ", kata Juru Biacara Amnesty Internasional kawasan Indonesia-Timor Leste, Josef Benedict, Sabtu (22/9).

Sabtu, 22 September 2012

Minta Bebas, Vonis Tajul Muluk Malah Ditambah

Asfinawati menilai sikap hakim sebagai ironi. Pasalnya, proses peradilan di pengadilan negeri, sebelumnya, eksaminasi publik yang dilakukan Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menilai peradilan di Pengadilan Negeri Surabaya cacat hukum.

 
  Menurut Kantor Berita ABNA, Kuasa hukum pemimpin Syiah Sampang Ali Murtadho alias Tajul Muluk, Asfinawati, menyesalkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jawa Timur yang menjatuhkan vonis empat tahun penjara kepada Tajul. Hukuman ini dua kali lebih berat dari vonis pengadilan tingkat pertama selama dua tahun penjara.
“Ini ngaco sekali, kok malah dilipatkan jadi empat tahun,” kata Asfinawati kepada Tempo, Jumat 21 September 2012. Tim kuasa hukum heran karena upaya banding ini sebenarnya adalah untuk meminta pembebasan atas Tajul.
Asfinawati menilai sikap hakim sebagai ironi. Pasalnya, proses peradilan di pengadilan negeri, sebelumnya, eksaminasi publik yang dilakukan Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menilai peradilan di Pengadilan Negeri Surabaya cacat hukum.

Kamis, 20 September 2012

Pernyataan Resmi Dewan Pengurus Pusat Ahlulbait Indonesia Terkait Tragedi Sampang

Dalam suasana kegembiraan Bangsa Indonesia yang baru saja memperingati HUT Proklamasi kemerdekaannya yang ke-67, dan terkhusus bagi umat Islam yang baru saja menyempurnakan ibadah bulan Ramadhan dan merayakan Idul Fitri 1433 H Bangsa besar dan berbudaya tinggi ini tiba-tiba dikejutkan oleh penyerangan terhadap warga penganut Islam Ahlulbait (pecinta Rasulullah saw dan keluarganya) di Omben-Sampang, Madura yang kedua kalinya.

Peristiwa ini dapat disebut sebagai suatu tragedi nasional di tengah-tengah keseriusan segenap komponen bangsa dalam menata kembali sistem kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang adil dan damai.

Tragedi Sampang II, 26 Agustus 2012 yang hingga saat ini telah menelan korban jiwa (1 orang meninggal dunia), 7 orang luka berat, dan kerugian harta benda (kurang lebih 50 rumah hangus terbakar) serta ratusan pengungsi tersebut menunjukkan adanya kelalaian dalam menjaga proses pemulihan dampak-dampak dari tragedi Sampang yang pertama Desember 2011 lalu. Selain itu kejadian ini juga merupakan tindakan yang tidak menghormati proses hukum atas peristiwa Sampang I yang kini sedang berlangsung.

Rabu, 19 September 2012

NU Kembali Tegaskan Syiah Bukan Aliran Sesat

Di dalam tradisi agama Islam nusantara, faktanya adalah tradisi keagamaan itu sebagian asal usulnya dari Syiah. 

Nahdlatul Ulama (NU) kembali menegaskan Syiah bukanlah aliran sesat. Banyaknya masyarakat yang masih merujuk pada pendapat-pendapat lama mengenai Syiah dan membantah informasi yang bertentangan dengan pendapat mereka memicu konflik agama.

“Merujuklah pada pendapat-pendapat kelompok ulama yang benar-benar ulama,” kata Rois Syuriah Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU) Prof. Dr. Masdar F Mas'udi, dalam acara peluncuran dan kajian “Buku Putih Mizhab Syiah” diluncurkan, hari ini. 

Selasa, 18 September 2012

Luncurkan Buku Putih, Ahlul Bait Indonesia Tegaskan Syiah Bagian dari Islam

Jakarta Masyarakat penganut Syiah kerap menjadi sasaran kekerasan dari sejumlah kelompok akibat masalah ideologis. Menjawab tuduhan sejumlah pihak yang menyebut Syiah bukan mazhab Islam, organisasi Ahlul Bait Indonesia meluncurkan buku putih.

Buku yang berjudul 'Buku Putih Mazhab Syiah Menurut Ulama Syiah Yang Muktabar: Sebuah Uraian untuk Kesepahaman Demi Kerukunan Umat Islam' itu diterbitkan Ahlul Bait Indonesia sebagai jawaban atas berbagai tuduhan yang dinilai sebagai fitnah terhadap Syiah.

"Kita meluncurkan buku putih ini karena harapan guru-guru kita belum tercapai. Beliau mengharapkan bahwa dalam mazhab Islam, suatu hari dapat bersatu. Tokoh-tokoh muslim dari bebagai mazhab dapat duduk bersama untuk melayani secara umum dan umat muslim secara khusus," ujar Ketua DPP Ahlul Bait Indonesia, Hasan Alaydrus dalam peluncuran buku tersebut di gedung Graha Sucofindo, Jalan Pasar Minggu Raya, Jakarta Selatan, Selasa (18/9/2012).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...