Imam Muhammad Baqir as: “Orang yang mencari ilmu dengan tujuan mendebat ulama (lain), mempermalukan orang-orang bodoh atau mencari perhatian manusia, maka bersiap-siaplah untuk menempati neraka. Kepemimpinan tidak berhak dimiliki kecuali oleh ahlinya”.
LAKUKAN SEKECIL APAPUN YANG KAU BISA UNTUK BELIAU AFS, WALAU HANYA MENGUMPULKAN TULISAN YANG TERSERAK!

فالشيعة هم أهل السنة

Tampilkan postingan dengan label Ghadir Khum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ghadir Khum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 September 2012

Peristiwa Ghadir Khum (Bag V) Bagian Kelima:Perlakuan Khusus Rasulullah Saw

Bagian Kelima:Perlakuan Khusus Rasulullah Saw

Perlakuan Khusus Rasulullah Saw

 Salah satu faktor yang membantu kita untuk memahami hadits Ghadir adalah perlakuan Rasulullah Saw terhadap 'Ali As. Menurut timbangan ini, apabila Rasulullah Saw memperlakukan 'Ali As sebagaimana salah seorang sahabat dan bahkan seperti salah seorang kerabat dan anggota keluarganya, dan tidak memandang Hadrat Amirul Mukminin As sebagai memiliki keutamaan maka tidak ada yang dapat dimanfaatkan dari kandungan hadits Ghadir.
 Akan tetapi apabila kita tahu bahwa perlakuan Rasulullah Saw terhadap 'Ali As adalah perlakuan yang berbeda dibandingkan perlakuannya terhadap seluruh kaum Muslimin. Jika kita memperhatikan secara seksama dalam perlakuan ini, hal itu akan membimbing kita kepada matlab bahwa Ali di mata Rasulullah Saw berbeda dari yang lain. Dan seluruh usia dan risalahnya berada pada tataran untuk mengerjakan sebuah pekerjaan raksasa yaitu membinanya dan memperkenalkan kepada seluruh kaum Muslimin akan keutamaan yang dimiliki oleh Amirul Mukminin 'Ali As.

Peristiwa Ghadir Khum (Bag IV) Bagian Keempat: Selangit Keutamaan

Bagian Keempat: Selangit Keutamaan

 Ghadir merupakan telaga arun yang mata airnya bersumber dari keutamaan Amirul Mukminin As. Tentu saja apabila di kalangan para sahabat Rasulullah Saw ada yang lebih utama dari Amirul Mukminin As, ia akan mendapatkan kehormatan dengan kedudukan ini. Akan tetapi yang benarnya bahwa selepas Rasulullah Saw bukan hanya tidak ada orang yang lebih utama dari Amirul Mukminin, bahkan tidak seorang pun yang dapat mencapai kedudukannya meski hingga kakinya.
 Keutamaan-keutamaan 'Ali As yang dinukil dari Rasulullah Saw dan para sahabat melebihi keutamaan-keutamaan yang dinukil ihwal para sahabat.
 Padahal dengan politik desktruktif yang mencoba menutupi keutamaannya dan memelihara kedudukannya, mencela dan mencibir Amirul Mukminin As.

Peristiwa Ghadir Khum (Bag. III) Bagian Ketiga: Kriteria-kriteria

Bagian Ketiga: Kriteria-kriteria

 Rasulullah Saw di samping memperkenalkan 'Ali As sebagai khalifahnya dan kedudukan-kedudukan yang lain pada hari Ghadir dengan penjelasan yang berbeda-beda dengan tegas dan jelas, ia juga memberikan penjelasan-penjelasan yang lain yang konsekuensinya adalah khilafah Hadrat Amirul Mukminin 'Ali As.
 Dalam bagian ini, hadits-hadits yang kami sampaikan sebagai kriteria-kriteria, Nabi Saw berada pada tataran penetapan standar dan kriteria dimana umat Islam berada pada posisi salah dan masalah sinkretisasi antara hak dan batil dan pembeda antara hak dan batil, dengan bersandar kepadanya mereka akan menemukan kebenaran dan menjauhi kebatilan.
 Dalam hadits-hadits ini, Baginda Nabi Saw menetapkan bahwa 'Ali As adalah pelita hidayah, kriteria iman dan mizan kebenaran. Sesuai dengan hadits ini, 'Ali As bukanlah seorang pemimpin biasa; akan tetapi ia adalah seorang pemimpin Ilahi dimana ucapan dan perbuatannya adalah sebuah ukuran; amalan menjadi benar ketika ia mengerjakannya; ucapan menjadi benar ketika ia menuturkannya, barisan yang benar adalah barisan dimana ia berdiri. Dan barang siapa yang tidak berada dalam barisannya, maka ia adalah sesat dan batil.

Peristiwa Ghadir Khum (Bag II) Bagian Kedua: Khilâfah dan Wishâyah

Bagian Kedua: Khilâfah dan Wishâyah


Khalifah yang memerintah dengan Kebenaran

 Menurut akidah mazhab Syi'ah, khalifah Rasulullah Saw memiliki dua tugas:


1. Pemerintahan Lahir

 Yaitu pemerintah yang mengimplementasikan hokum (qanun), menjaga terlaksananya hak-hak dan menjaga negeri-negeri Islam dan sebagainya.
 Dalam masalah ini, khalifah seperti para pemerintahan yang lain; dengan perbedaan bahwa dalam pemerintahan Islam terjaganya keadilan social yang merupakan kewajiban dan tipologi pemerintahan Islam.

Peristiwa Ghadir Khum (Bag I)

قَالَ رَسُول الله صلّ الله عليه وَ آله

اِنِّي تَارِكٌ فِيكُمُ الثَّقَلَيْنِ: كِتَابَ الله،ِ وَ عِتْرَتِي اَهْلَ بَيْتِي، مَا اِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا لَنْ تَضِلُّوا اَبَدًا، وَانَّهُمَا لَنْ يَفْتَرِقَا حَت?ّ يرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ.


Rasulullah saw bersabda:
"Sesungguhnya Aku tinggalkan pada kalian dua pusaka, Kitabullah dan Itrah (Ahlul Bait), selama kalian berpegang teguh dengan keduanya, maka kalian tidak akan tersesat selamanya. Dan keduanya tidak akan berpisah sampai bertemu denganku di telaga Haudh.
(Sahih Muslim, jilid 7, hal. 122; Sunan Darami, jilid 2, hal. 432; Musnad Ahmad, jilid 4, hal. 14, 17, 26, 59, jilid 4, hal 466, 471, jilid 5, hal. 182; Mustadrak Hakim, jilid 4, hal. 109, 148, 533 dan..)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...