Imam Muhammad Baqir as: “Orang yang mencari ilmu dengan tujuan mendebat ulama (lain), mempermalukan orang-orang bodoh atau mencari perhatian manusia, maka bersiap-siaplah untuk menempati neraka. Kepemimpinan tidak berhak dimiliki kecuali oleh ahlinya”.
LAKUKAN SEKECIL APAPUN YANG KAU BISA UNTUK BELIAU AFS, WALAU HANYA MENGUMPULKAN TULISAN YANG TERSERAK!

فالشيعة هم أهل السنة

Tampilkan postingan dengan label Mutiara Aimmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Aimmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 November 2011

Teladan Kehidupan Imam Husein as (Bagian keenam)

Tanggal 10 Muharram, yang dikenal sebagai Asyura, tinggal beberapa hari lagi. Semangat dan gelora khusus telah meliputi hati setiap pencinta Ahlul Bait Nabi Saw. Mereka mempersiapkan acara-acara khusus memperingati hari syahadah Imam Husein as dan peristiwa tragis Karbala. Sementara kesedihan membayang di wajah dan terpancar dari pandangan mereka.

Sebagaimana diketahui, Imam Hasan dan Imam Husein alaihimassalam adalah dua bersaudara yang satu sama lain memiliki hubungan yang sangat dekat dan saling hormat. Sejak kecil mereka selalu bersama. Belajar bersama, bermain bersama, dan berbagai kegiatan, sampai berjuang dan berperang, mereka juga bersama, berdampingan, di sisi ayah mereka.

Teladan Kehidupan Imam Husein as (Bagian kelima)

Salah satu sifat Imam Husein as yang paling sering dibicarakan ialah keberanian beliau. Sebagaimana kakek dan ayah beliau, Imam Husein as juga dikenal sebagai seorang yang amat pemberani. Keberanian yang beliau miliki bukan sembarang keberanian. Tapi ia ditopang oleh ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas, serta iman yang kuat kepada kemuliaan dan kebenaran tujuan perjuangan. Tragedi Karbala, dari awal hingga akhir, membuktikan dengan sangat jelas sifat keberanian Imam Husein as yang tiada banding, baik dari segi kehebatannya maupun dari segi ketinggian nilainya. Dengan demikian, Imam Husein as, terutama dalam peristiwa Karbala ini, telah memberikan satu lagi teladan kepada kita, agar memiliki sifat berani. Bukan keberanian yang membabi buta, tapi keberanian yang berlandaskan kepada ilmu, iman dan tawakkal kepada Allah Swt.

Teladan Kehidupan Imam Husein as (Bagian keempat)

Cinta kepada sesama dan penghormatan kepada semua orang termasuk diantara sifat-sifat yang akan memberikan kondisi kejiwaan yang terbaik bagi pemilik sifat ini. Para psikolog dan ahli jiwa mengatakan, bahwa sifat ini sebagai keutamaan yang sangat tinggi. Imam Husein as adalah teladan yang sangat tepat bagi umat manusia berkenaan dengan sifat mulia ini. Dari beliau setiap orang akan memperoleh pelajaran tentang pengorbanan dan kasih sayang kepada sesama. Sifat ini akan membebaskan seseorang dari kungkungan sempit egoisme, dan menghantarkannya menuju kepada nilai-nilai kemanusiaan yang sangat luas. Setiap kali motifasi-motifasi kemanusiaan semakin menguat pada seseorang, maka wujud kemanusiaannya akan semakin meluas dan kasih sayangnya kepada sesama juga akan semakin menguat.

Teladan Kehidupan Imam Husein as (Bagian ketiga)

Banyak tokoh pejuang dan revolusioner dalam sejarah yang bangkit dalam melakukan gerakan-gerakan yang berpengaruh luas di tengah masyarakat. Akan tetapi mengapa kaum Syiah hanya membesar-membesarkan peringatan syahdah Imam Husein dan perjuangan beliau di Padang karbala? Pertanyaan seperti ini sering dimunculkan oleh sebagian orang awam atau kalangan terpelajar yang entah karena sebab apa, berniat mempertanyakan upacara peringatan hari syahadah Imam Husein as yang dia anggap terlalu dibesar-besarkan, padahal tidak sedikit para pejuang yang juga bangkit, dan sebagian mereka gugur di jalan perjuangannya itu.

Teladan Kehidupan Imam Husein as (Bagian kedua)

Di antara ajaran Imam Husein as yang mengandung arti sangat mendalam dan luas ialah kata-kata beliau yang mengandung arti sebagai berikut: "Kehidupan dan kematian yang hina, sama-sama perkara yang tidak disukai. Jika saya terpaksa memilih antara kematian dan kehidupan, maka gerak saya menuju kematian dengan kemuliaan, akan merupakan gerak yang sangat indah." Imam Husein as memiliki kata-kata yang mengandung pelajaran yang sangat berharga berkenaan dengan kaharusan hidup mulia di dunia ini, dan bahwa lebih baik mati di atas jalan kemuliaan daripada hidup dalam kehinaan. Ajaran ini bukan hanya dalam bentuk kalimat yang keluar dari lidah yang tak bertulang ini, tapi beliau praktekkan dengan sangat sempurna, ketika beliau bangkit menentang pemerintahan lalim dan tiran, yang berakhir dengan gugurnya beliau di tanah Karbala.

Teladan Kehidupan Imam Husein as (Bagian pertama)

Heroisme yang telah diciptakan oleh Imam Husein, putra Imam Ali as, cucu Rasul Allah Saw, di tahun 61 HQ, adalah heroisme yang lebih luas dari sejarah dan batas-batas geografi, meniupkan semangat hakekat kemanusiaan ke segenap penjuru dunia. Hari-hari peringatan syahadah Imam Husein bin Ali alaihimassalam, mengingatkan kebangkitan abadi beliau di tanah Karbala. Perlawanan dan kebangkitan Imam Husien as telah mengukir perang tak sebanding melawan bala tentara Yazid, penguasa zalim dan kejam masa itu, sebagai peristiwa yang penuh dengan pelajaran berharga untuk seluruh sejarah. Jalan yang ditunjukkan Imam Husein dalam perjalanan hidup beliau adalah jalan kemuliaan. Bendera yang beliau kibarkan, membuka jalan yang membimbing semua pejuang kemerdekaan dan pencari kemuliaan.

Kamis, 14 Juli 2011

Mutiara Aimmah

Mutiara Hadits Imam Ja‘far as
  • “Waspadalah terhadap tiga orang: pengkhianat, pelaku zalim, dan pengadu domba. Sebab, seorang yang berkhianat demi dirimu, ia akan berkhianat terhadapmu dan seorang yang berbuat zalim demi dirimu, ia akan berbuat zalim terhadapmu. Juga seorang yang mengadu domba demi dirimu, ia pun akan melakukan hal yang sama terhadapmu.”
  • “Tiga manusia adalah sumber kebaikan: manusia yang mengutamakan diam (tidak banyak bicara), manusia yang tidak melakukan ancaman, dan manusia yang banyak berzikir kepada Allah.”
  • “Sesungguhnya puncak keteguhan adalah tawadhu’.” Salah seorang bertanya kepada Imam, “Apakah tanda-tanda tawadhu’ itu?” Beliau menjawab, “Hendaknya kau senang pada majlis yang tidak memuliakanmu, memberi salam kepada orang yang kau jumpai, dan meninggalkan perdebatan sekalipun engkau di atas kebenaran.”

Kamis, 07 Juli 2011

Mutiara Suci 14 Tersucikan

Imam Ali as: Mengambil pelajaran itu adalah pengingat yang tulus. Siapa yang berfikir, maka ia akan mengambil pelajaran dan siapa yang mengambil pelajaran maka ia akan menyingkirkan dirinya dari keramain (uzlah) dan siapa yang menyingkirkan dirinya dari keramaian, maka ia selamat. (Biharul Anwar)

Rabu, 06 Juli 2011

Mutiara Suci 14 Tersucikan

Imam Shadiq as: "Tertipulah yang melakukan tiga perkara: membenarkan apa yang tak terjadi, mengandalkan orang yang tak dipercayai, dan menghasratkan apa yang tak dimiliki." ((Tuhaf al-Uqul))

Mutiara Suci 14 Tersucikan

Rasulullah saw: Orang yang paling dimurkai Tuhan: orang yang menyebarkan fitnah, yang menceraiberaikan orang yang bersaudara, dan yang menjatuhkan kehormatan orang-orang yang bersih.((Bihar al-Anwar 71:383))

Mutiara Suci 14 Tersucikan

Imam Ali as: Jadilah orang yang samuh (dermawan) dan janganlah menjadi orang yang mubadhir (menghambur-hamburkan harta), juga jadilah orang yang muqaddir (mempertimbangkan harta pengeluaran) dan janganlah menjadi orang muqattir (terlalu hemat). ((Nahj al-balaghah, hikmat 33))

Mutiara Suci 14 Tersucikan

Rasulullah saw: Tidaklah ada susu bagi seorang bayi sebagus air susu ibunya.(('uyun akhbar al-ridha (as) juz 2 hal.34))

Mutiara Suci 14 Tersucikan

Rasulullah saw: Manusia yang paling bijak ialah yang paling banyak mengingat kematian dan yang bekerja paling keras untuk mempersiapkannya. ((al-Bihar, 71: 267))

Mutiara Suci 14 Tersucikan

Imam Ali as: Orang arif itu temannya kebenaran, musuhnya kebatilan. Al-Kayyis shiddiiquhu alhaqq wa ‘aduwwuhu al-baathil.((Ghurar al-Hikam))

Mutiara Suci 14 Tersucikan

Imam Ridha as: “Tidak ada kesalehan yang lebih berguna daripada menjauhi yang diharamkan Tuhan dan menahan diri dari menyakiti orang beriman.”((88 Aphorism) )

Mutiara Suci 14 Tersucikan

Imam Ridha as: “Tidak ada kesalehan yang lebih berguna daripada menjauhi yang diharamkan Tuhan dan menahan diri dari menyakiti orang beriman.”((88 Aphorism) )

Mutiara Suci 14 Tersucikan

Imam Ali as: Cinta harta melemahkan agama dan meruntuhkan keyakinan.((Ghurar al-Hikam))

Mutiara Suci 14 Tersucikan

Rasulullah saw: Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya, yang menyayangi dan disayangi((al-Bihar 77:149))

Mutiara Suci 14 Tersucikan

Imam Ali as: "Keburukan yang menyebabkan kamu berduka lebih baik di sisi Allah dari kebaikan yang membuatmu bangga (Sayyiah tasuuk, khayrun indallah min hasanah tu’jibuk" ((Nahjul Balaghah,))

Mutiara Suci 14 Tersucikan

Imam Ali as: “Sampaikan rumahmu yang luas untuk akhiratmu: di dalamnya muliakan tamu, sambungkan persaudaraan, dan penuhi hak-hak orang-orang yang punya hak atasmu,”((Nahj al-Balaghah, khotbah ke-142.))
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...