Imam Muhammad Baqir as: “Orang yang mencari ilmu dengan tujuan mendebat ulama (lain), mempermalukan orang-orang bodoh atau mencari perhatian manusia, maka bersiap-siaplah untuk menempati neraka. Kepemimpinan tidak berhak dimiliki kecuali oleh ahlinya”.
LAKUKAN SEKECIL APAPUN YANG KAU BISA UNTUK BELIAU AFS, WALAU HANYA MENGUMPULKAN TULISAN YANG TERSERAK!

فالشيعة هم أهل السنة

Tampilkan postingan dengan label Tradisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tradisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juli 2013

Potret Kaum Baduwi dan Ibnu Saba’ Pada Masa Sahabat

Geys Abdurrahman Assegaf Lc.*
Para Sahabat Rasulullah saw adalah murid-murid Beliau Saw yang terdidik dan tertempa secara langsung. Mereka adalah panglima dakwah yang menuntut Ilmu secara langsung kepada Rasulullah saw, sebagaimana para sahabat sepeninggal Rasulullah saw mengajarkannya secara bersambung pula kepada para Tabi’in dan seterusnya kepada para Ulama Pewaris Nabi. Oleh karenanya Beliau Saw bersabda, Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Hidupku lebih baik bagi kalian. Kalian berbuat sesuatu, aku dapat menjelaskan hukumnya. Wafatku juga lebih baik bagi kalian. Apabila aku wafat, maka amal perbuatan kalian ditampakkan kepadaku. Apabila aku melihat amal baik kalian, aku akan memuji kepada Allah. Dan apabila aku melihat sebaliknya, maka aku memintakan ampun kalian kepada Allah.” (HR. al-Bazzar/1925).

Selasa, 09 Juli 2013

Grand Shaikh Al-Azhar: Keterlibatan Kanal Islami Dalam Konflik Politik Rugikan Islam (Wawancara Eksklusif)

Grand Shaikh Al-Azhar Prof. DR. Ahmad Thayeb menegaskan bahwa saat ini merupakan kesempatan emas bagi Al-Azhar untuk bekerja dengan seluruh kemampuannya demi mengembalikan kejayaannya di masa lalu. Beliau juga menegaskan bahwa Al-Azhar tidak akan mungkin berkhianat terhadap agama dan syariat Allah SWT.. Pasca kunjungannya ke Uni Emirat Arab, beliau mengatakan bahwasanya bukan tugas Dewan Ulama Senior untuk setuju atau tidak terhadap setiap draft undang-undang yang akan disahkan di Mesir. Akan tetapi, tugas Dewan Ulama Senior adalah menjelaskan kepada umat apakah draft suatu undang-undang sesuai dengan syariat Islam atau tidak. Beliau juga mengisyaratkan bahwa sebagian poin dari draft undang-undang sukuk (obligasi) yang diajukan oleh MPR Mesir sesuai dengan syariat, namun sebagian poin yang lain tidak sesuai dengan syariat. Dan Dewan Ulama Senior memberikan syarat-syarat dalam draft undang-undang sukuk tersebut agar tidak mengganggu aset-aset fundamental milik negara.

Minggu, 09 September 2012

MENGENAL SYI’AH OLEH : JA'FAR ALHADI

Judul : MENGENAL SYI’AH
Pengarang : Al-Hadi, Ja’far
Penerjemah : Abu Fathimah S.
Penerbit : al-Mu’ammal
Tahun Penerbitan : Rabiul Tsani 1427 H/Mei 2006 M

PENGANTAR PENERBIT

Syiah adalah sebuah mazhab dalam Islam yang selama ini lebih banyak disalah-mengerti ketimbang dimengerti. Banyak tuduhan miring kerap dialamatkan kepada golongan yang mengaku mencintai Rasulullah saw dan keluarga (Ahlul Bait) beliau ini. Benar atau tidak tuduhan tersebut kemudian menjadi tidak penting lagi bagi sebagian kalangan; mazhab yang satu ini harus dihakimi dan bersedia menanggung akibat dari apa yang boleh jadi tidak dilakukannya.

Sabtu, 08 September 2012

Isu-Isu Penting Ikhtilaf Sunnah-Syi'ah Karya: Sayyid Abdul-Husain Syarafuddin Al-Musawi

Sayyid Abdul-Husain Syarafuddin Al-Musawi
Sayyid Abdul-Husain Syarafuddin Al-Musawi dilahirkan pada tahun 1290 H di kota Kazhimiah, Irak, dari kedua ibu-bapak yang silsilah keturunannya bersambung kepada Rasulullah SAWW. Sejak usia delapan tahun, ia telah mempelajari berbagai ilmu tentang bahasa Arab, balaghah, logika, fiqh, ushul fiqh, dan ilmu-ilmu lain, di kota Amila, sebelah selatan Libanon. Mencapai usia tujuh belas tahun, ia pun berkeliling ke kota-kota Najaf, Samira, dan kota lain di Irak, untuk melanjutkan pelajarannya. Sejak itulah ia kemudian dikenal sebagai seorang pemuda yang disegani di kalangan terpelajar karena pengetahuannya yang luas, kecerdasannya yang memikat, ketelitiannya dalam pembahasan, keunggulannya dalam berdiskusi, di samping watak santun dan akhlaknya yang mulia. Dalam usia tiga puluh dua tahun ia kembali ke tempat kelahirannya, atas perintah ayahnya. Kedatangannya disambut dengan hangat oleh penduduk termasuk para alim-ulama dan para pemuka daerah setempat. Kefasihannya berpidato, ketegasannya membela kebenaran, kasih-sayangnya kepada kaum lemah, dan keteguhannya dalam beramru bil ma'ruf, nahi 'anil munkar, serta sikap tawadhu'nya di hadapan para ulama, membuatnya menjadi seorang mujtahid yang amat disegani. Pada tahun 1329 H, di saat memuncaknya tekanan-tekanan pemerintah kolonial yang kejam terhadap dirinya, ia pun memutuskan untuk pergi ke Mesir. Sesampainya di Mesir, ia pun disambut meriah oleh para alim-ulama, dan bahkan berkesempatan pula bertemu dengan Rektor Al-Azhar waktu itu, Syaikh Salim Al-Bisyri Al-Maliki. Pertemuan itu kemudian dilanjutkan dengan perbincangan-perbincangan menarik antara keduanya, yang akhirnya membuahkan buku Dialog Sunnah-Syi'ah yang sangat terkenal itu. Walaupun kehidupannya sarat akan kesulitan-kesulitan, tapi ia tetap bergiat dalam bidang ilmu pengetahuan. Ada berpuluh-puluh karyanya, yang tema-tema bahasannya kebanyakan mengutamakan persatuan ataupun pendekatan antara kelompok-kelompok yang saling berbeda paham, di antaranya: Al-Kalimah Al-Gharra' fi Tafdhil Al-Zahra', Al-Nash wa Al-Ijtihad, Abu Hurairah, dan Masail Fiqhiyyah. la meninggal dunia pada tanggal 30 Desember 1957, dalam usia delapan puluh tujuh tahun, di Amila, Libanon. la dimakamkan di pemakaman keluarga di Najaf, Irak.

Jumat, 07 September 2012

SUJUD DI ATAS TANAH

Oleh : EJA JFR

Apa itu Turbah?

Turbah adalah lempengan tanah (atau tanah liat) yang dipadatkan (dikeringkan dan dibekukan) dan biasanya digunakan oleh pengikut mazhab Syiah ahlulbait ketika sujud saat salat. Turbah berasal dari bahasa Arab yaitu turab, yang berarti debu atau lumpur. Bentuknya bermacam-macam; bulat, kubus, segi delapan atau persegi panjang. Beberapa turbah dihiasi ukiran asma Allah swt., ahlulbait, atau bentuk kubah masjid. Terkadang ada orang yang membalikkan turbah (sisi ukiran berada di bawah) agar lebih nyaman di dahi saat sujud.

Beberapa turbah zaman sekarang bisa menampilkan jumlah sujud dan rakaat yang telah dilakukan. Di dalamnya terdapat gerakan mekanik cakram yang memutar kertas bersimbol ketika seseorang sujud. Cakram akan kembali seperti awal ketika salat selesai. Nampaknya turbah ini dibuat untuk membantu orang yang mudah lupa (was-was) dalam jumlah sujud dan rakaat. Sekedar tambahan, ulama seperti Ayatullah Khamenei sudah memberikan fatwa tentang turbah seperti ini, “Jika ia termasuk benda yang sah dijadikan tempat sujud dan tidak bergerak saat meletakkan dan menekan dahi, maka sujudnya tidak terhalang secara syar’i.”

Selasa, 29 November 2011

Amalan Tanggal 1-10 Asyura

Bulan ini adalah bulan kesedihan Ahlulbait as dan pecinta mereka. Imam Ali Ridha as berkata, “Ketika bulan Muharam tiba, tidak seorang pun melihat ayahku tertawa. Hari-hari dilalui dengan sedih sampai hari kesepuluh. Ketika hari kesepuluh tiba, yaitu hari musibah, kesedihan dan hari tangis beliau semakin memuncak. Beliau bersabda, “Hari ini adalah hari dibunuhnya Husain as.”

Malam pertama
Pada malam ini dianjurkan melakukan ibadah-ibadah sebagai berikut:
1. Salat seratus rakaat, setiap rakaat membaca Fatihah dan al-Ikhlas.
2. Salat dua rakaat, rakaat pertama membaca Fatihah dan Surat al-An’am dan rakaat kedua membaca Fatihah dan Yasin.
3. Salat dua rakaat, setiap rakaat membaca Fatihah dan Qulhuwallahu Ahad sebelas kali.

Senin, 28 November 2011

Ziarah Imam Husein A.S.


بسم الله الرحمن الرحيم
أللهم صل على محمد وآل محد

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا اَبا عَبْدِاللهِ،
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا بْنَ رَسُولِ اللهِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا بْنَ اَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ وَابْنَ سَيِّدِ الْوَصِيِّينَ،
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا بْنَ فَاطِمَةَ سَيِّدَةِ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ،
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا ثَارَ اللهِ وَابْنَ ثَارِهِ وَالْوِتْرَ الْمَوْتُورَ،
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ وَعَلَى اْلاَرْوَاحِ الَّتِي حَلَّتْ بِفِنَائِكَ
عَلَيْكُمْ مِنِّي جَمِيعًا سَلاَمُ اللهِ اَبَداً مَا بَقيتُ وَبَقِىَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ.



Sabtu, 26 November 2011

Kesyahidan Imam Huseyn Dalam Tradisi Melayu

Kesyahidan Husein dikenal luas di dunia Islam. Kematiannya yang mengenaskan, tubuh bersimbah darah, tangan terpotong dan kepala terpisah dari badan, senantiasa diingat oleh banyak orang Islam. Hari wafatnya yang jatuh pada tanggal 10 Muharam pun selalu diperingati di banyak negeri, baik yang mayoritas penduduknya Sunni maupun Syiah. Semua itu menunjukkan bahwa tragedi Kerbela yang terjadi hampir tiga belas abad yang lalu itu memiliki arti tersendiri bagi kaum Muslimin.

Di Indonesia kisah kesyahidan Amir Husein, demikian ia disebut dalam teks Melayu, telah dikenal sejak masa awal pesatnya perkembangan Islam pada abad 13 – 15 M. Pada masa inilah hikayat tersebut mulai dikarang dalam bahasa Melayu. Dua versi paling masyhur yang dijadikan sumber penulisan versi-versi lain pada masa berikutnya ialah yang berjudul Hikayat Muhammad Ali Hanafiyahh dan Hikayat Sayidina Husein. Yang disebut pertama dikarang sekitar abad ke-14 atau 15 M berdasarkan sumber Persia, sedangkan yang belakangan dikarang sekitar abad ke-17 M di Aceh.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...