Imam Muhammad Baqir as: “Orang yang mencari ilmu dengan tujuan mendebat ulama (lain), mempermalukan orang-orang bodoh atau mencari perhatian manusia, maka bersiap-siaplah untuk menempati neraka. Kepemimpinan tidak berhak dimiliki kecuali oleh ahlinya”.
LAKUKAN SEKECIL APAPUN YANG KAU BISA UNTUK BELIAU AFS, WALAU HANYA MENGUMPULKAN TULISAN YANG TERSERAK!

فالشيعة هم أهل السنة

Tampilkan postingan dengan label Irfan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Irfan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Agustus 2011

Puasa Bukan Sekedar Menahan Lapar dan Dahaga

Ayatullah Al Uzhma Nashir Makarim Syirazi Ahad (31 Juli) dihadapan jama'ah shalat Haram Sayyidah Ma'sumah menyampaikan hal-hal penting mengenai pelaksanaan puasa. Beliau berkata, "Puasa bukan hanya sekedar tidak makan dan tidak minum semata, namun semua wujud insan baik hati maupun semua anggota badan juga harus berpuasa."

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Al Uzhma Nashir Makarim Syirazi Ahad (31 Juli) dihadapan jama'ah shalat Haram Sayyidah Ma'sumah menyampaikan hal-hal penting mengenai pelaksanaan puasa. Beliau berkata, "Puasa bukan hanya sekedar tidak makan dan tidak minum semata, namun semua wujud insan baik hati maupun semua anggota badan juga harus berpuasa."
Ulama marja yang juga sebagai tenaga pengajar di Hauzah Ilmiyah Qom ini lebih lanjut mengatakan, "Jagalah lidah dari perkataan dusta, mencela dan menggibah orang, mata juga harus terhindar dari melihat hal-hal yang diharamkan dan segala bentuk jenis kekejian."
"Bulan Ramadhan adalah bulan kasih sayang, bulan perdamaian dan bulan penyucian, karenanya segala bentuk pertikaian harus dihindari." Pesan beliau.
Beliau berkata lebih lanjut, "Puasa yang sejati adalah hatta hati manusia bersih dari selain Allah swt dan mengikhlaskan segala perbuataannya hanya karena Allah swt."

Jumat, 15 Juli 2011

Mulla Sadra, Filsuf Besar Muslim

Di bulan Mei-Juni setiap tahunnya di Iran digelar seminar untuk mengenang seorang pemikir dan filsuf besar yang sangat berjasa dalam mengembangkan filsafat Islam. Tak sedikit yang meyakini bahwa tanpa beliau filsafat Islam tak mungkin dikenal seperti saat ini. Pemikir besar ini adalah sang hakeem dan faqeeh, Mulla Sadra.

Henry Corbin, filsuf besar kontemporer Prancis mengatakan, 
"Sadruddin Mohammad Shirazi yang dikenal dengan nama Mulla Sadra adalah orang yang berhasil menapak di puncak filsafat Iran dan Islam. Karya pemikirannya masih mempengaruhi pemikian filsafat Iran hingga hari ini. Dia meninggalkan lebih dari 45 karya besar penulisan. Karyanya yang paling besar adalah kitab al-Asfar al-Arba'ah yang setelah ditulis buku itu menjadi pijakan bagi pemikiran para cendekiawan Iran. Dalam karyanya yang memberikan penjelasan atas kitan Ushul Kafi, Mulla Sadra tampil layaknya juru bicara pemikiran iluminasi yang melahirkan sebuah filsafat nabawi. Beliau juga menulis tafsir beberapa surah al-Quran. Dengan karya-karya besarnya, Mulla Sadra menunjukkan bagaimana filsafat di dunia Islam Syiah berkembang dengan pesat di saat negeri-negeri Islam lainnya mengalami stagnansi." 

Ayatullah Behjat, Manifestasi Penghambaan Sejati

Dunia Islam dirundung duka atas kepergian sosok ulama agung. Ia adalah manifestasi orang-orang arif yang oleh Rasulullah Saw disebut sebagai para pewaris nabi-nabi. Mereka telah meninggalkan warisan ilmu dan akhlak yang jika seseorang mengetahui nilainya, maka ia akan mendapatkan banyak manfaat. 

Ungkapan indah ini dikemukakan oleh para auliya Allah bahwa para malaikat akan membentangkan sayapnya di bawah kaki para pencari ilmu. Ungkapan tersebut membuktikan betapa tinggi nilai ilmu dan para pencarinya menurut agama Islam. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membantu manusia untuk mengetahui dunia eksistensinya, dan yang mampu menunjukkan jalan untuk mengenal Allah swt Yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Dengan bantuan ilmu pengetahuan, manusia akan mampu mengembangkan potensi dan kreatifitasnya serta menyingkap berbagai rahasia alam. 

Biografi Ayatullah Al-Udzma Syeikh Mohammad Taqi Bahjat

Menyusul wafatnya Ayatullah Al-Udzma Syeikh Mohammad Taqi Bahjat, selain mengucapkan bela sungkawa atas kehilangan besar ini, akan lebih baik menelusuri kehidupan beliau untuk lebih banyak mengenalnya.


Kelahiran

Ayatullah Al-Udzma Syeikh Mohammat Taqi Bahjat Fumani lahir di penghujung tahun 1334 HQ di sebuah keluarga agamis di kota Fuman, Provinsi Gilan. Di usia 16 bulan ia harus kehilangan ibu tercintanya dan menjadi anak yatim.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...