Imam Muhammad Baqir as: “Orang yang mencari ilmu dengan tujuan mendebat ulama (lain), mempermalukan orang-orang bodoh atau mencari perhatian manusia, maka bersiap-siaplah untuk menempati neraka. Kepemimpinan tidak berhak dimiliki kecuali oleh ahlinya”.
LAKUKAN SEKECIL APAPUN YANG KAU BISA UNTUK BELIAU AFS, WALAU HANYA MENGUMPULKAN TULISAN YANG TERSERAK!

فالشيعة هم أهل السنة

Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juli 2013

Mencari Titik Temu NU dan Muhammadiyah

Seperti diperkirakan sebelumnya, penetapan awal Ramadhan 1434 H tahun ini cukup ramai. Sebagian umat Islam yang mengikuti Muhammadiyah menjalankan puasa lebih dulu, berbeda dengan ketetapan pemerintah. Bahkan jauh sebelum pemerintah menggelar sidang istbat, ormas dimaksud sudah menetapkan awal Ramadhan dengan metodenya sendiri.

Kontan perbedaan ini menjadi bahan berita menarik bagi berbagai media massa. Secara “news” penetapan awal Ramadhan itu sendiri sudah menarik karena melibatkan rasa ingin tahu masyarakat, apalagi jika ada yang berbeda.

Kamis, 11 Juli 2013

Pentingnya Menguji Akurasi Jadwal Imsakiyah

Puasa Ramadhan 1434 H / 2013 M sudah dimulai dimeriahkan dengan kegiatan ibadah yang berbentuk mahdlah (murni) maupun ghairu mahdlah (tidak murni). Tidak hanya keramaian atas masuk di bulan suci itu dengan kegiatan yang bersifat mental maupun jasmani saja, tapi juga diramaikan dengan tersebarnya jadwal imsakiyah di masyarakat.

Jadwal imsakiyah inilah yang nanti di bulan Ramadhan yang memberi informasi kepada masyarakat Islam tentang kapan dimulai berpuasa maupun diperbolehkan berbuka puasa dalam setiap hari sehingga sangat dibutuhkan baik untuk perorangan yang nantinya dipasang di rumah ataupun masjid, mushalla dan langgar yang akan dipasang di tempatnya masing-masing sebagai pedoman mengumandangkan azan dalam setiap waktu sholat, berbuka puasa (memasuki waktu magrib) dan informasi memasuki waktu imsakiyah dalam setiap harinya dalam bulan suci Ramadhan, akan tetapi di bulan suci Ramadhan 1434 H ini, ada kemungkinan perbedaan dalam memulai puasa, ada yang memulai tanggal 09 Juli 2013 atau 10 Juli 2013.

Selasa, 09 Juli 2013

Kitab “Al-Muqtathofat” Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi

Tradisi tahlilan, ziarah kubur, istighotsah, dibaan atau maulidan dan sejenisnya sudah mendarah daging di tengah masyarakat. Namun ketika ditanya mengenai dalil, sebagian masyarakat awam tidak tahu, dan itu dijadikan senjata kaum Salafi Wahabi untuk mengkafir-kafirkan banyak orang.

Adalah Kitab “al-Muqtathofat li Ahlil Bidayat” yang ditulis oleh KH Marzuki Mustamar, Ketua PCNU Kota Malang memberikan pedoman bagi masyarakat jika suatu ketika ada pihak-pihak yang tidak suka dengan tradisi itu.

Senin, 01 Juli 2013

Mitos dan Fakta seputar Umat dan Dunia Islam

1. Mitos: Mayoritas Muslim bermazhab Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Fakta: Mayoritas Muslim tidak menyadari dan tidak memiliki identitas kemazhaban seperti ini. Mayoritas mutlak dari 1,7 milyar Muslim hanya menyadari dirinya sebagai Muslim dan terikat dengan Islam tanpa embel-embel mazhab tertentu. Identitas itu dapat dirumuskan dalam dua kalimat syahadat: La Ilaha illa Allah, Muhammad Rasulullah. Inilah identitas yang mempersatukan mereka. Di luar dua kalimat syahadat itu, semua dapat berselisih, berbeda-beda penafsiran, tergantung latar belakang pemahaman, pendidikan, lingkungan dan lain sebagainya.
 

Selasa, 25 Juni 2013

Bantahan Para Ulama Terhadap Ajaran Muhammad Bin Abdul Wahhab

Banyak sekali kitab-kitab karya para ulama Ahlussunnah yang mereka tulis sebagai bantahan terhadap Muhammad ibn Abd al-Wahhab dan ajaran-ajarannya, baik karya-karya yang secara khusus ditulis untuk itu, atau karya-karya dalam beberapa disiplin ilmu yang di dalamnya dimuat bantahan-bantahan terhadapnya, baik yang masih dalam bentuk manuskrip maupun yang sudah turun cetak. Di antaranya adalah karya-karya berikut ini dengan penulisnya masing-masing:

1. Ithâf al-Kirâm Fî Jawâz at-Tawassul Wa al-Istighâtsah Bi al-Anbiyâ’ al-Kirâm karya asy-Syaikh Muhammad asy-Syadi. Tulisan manuskripnya berada di al-Khizanah al-Kittaniyyah di Rabath pada nomor 1143.

Sabtu, 15 September 2012

Kisah Abdullah bin Saba’ Selain Riwayat Saif bin Umar

Siapa yang tidak mengenal Abdullah bin Saba’?. Sosoknya sering dijadikan bahan celaan oleh nashibi untuk mengkafirkan Syiah. Menurut khayalan para nashibi, Abdullah bin Saba’ adalah pendiri Syiah, seorang Yahudi yang berpura-pura memeluk Islam dan menyebarkan keyakinan yang menyimpang dari Islam. Diantara keyakinan yang menyimpang tersebut adalah
  1. Penunjukkan Imam Ali sebagai khalifah setelah Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam]
  2. Mencela sahabat Nabi yaitu Abu Bakar [radiallahu ‘anhu], Umar bin Khaththab [radiallahu ‘anhu] dan Utsman bin ‘Affan [radiallahu’anhu]
  3. Upaya pembunuhan Khalifah Utsman bin ‘Affan [radiallahu ‘anhu]
  4. Sikap ghuluw terhadap Ali [radiallahu ‘anhu] dan Ahlul Bait
  5. Mencetuskan aqidah bada’ dan tidak meninggalnya Ali [radiallahu ‘anhu]

Sekali Lagi Tentang Abdullah bin Saba'

Jika anda menganalisa riwayat dongeng Abdullah bin Saba, maka anda akan melihat bahwa hanya ada satu nama yang menjadi sumber riwayat tersebut yaitu Saif bin Umar. Sementara dalam beberapa riwayat lainnya tidak memiliki rantai riwayat. Ada juga beberapa riwayat tentang Abdullah bin Saba yang tidak melalui jalur Sayf bin Umar tapi anehnya riwayat tersebut tidak berkaitan atau tidak menyatakan keterlibatan “Sabais atau pengikut si Ibn Saba” dalam pembunuhan Ustman melainkan hanya menyebutkan namanya dan ini benar-benar berbeda dengan dongeng yang dibuat oleh Saif bin Umar

Minggu, 09 September 2012

Tanya-Jawab: Masih hidupkah Imam Zaman A.S. dan masuk akalkah umur yang demikian panjang?

Apa dalil Syiah tentang masih hidupnya Imam Zaman as? Apakah umur yang demikian panjang adalah sesuatu yang masuk akal?

Jawaban:

Mahdawiyah adalah salah satu masalah yang dipertentangkan antara Sunni dan Syiah dan memiliki berbagai dimensi. Masalah yang dibahas dalam Mahdawiyah adalah sebagai berikut:
1. Pentingnya Mahdawiyah dan penantian akan zuhurnya Imam Zaman as.
2. Imamah Imam Zaman as sejak usia 5 tahun dan panjangnya usia beliau.
3. Falsafah mempercayai wujud Imam Zaman as di antara para syah.

MENGENAL SYI’AH OLEH : JA'FAR ALHADI

Judul : MENGENAL SYI’AH
Pengarang : Al-Hadi, Ja’far
Penerjemah : Abu Fathimah S.
Penerbit : al-Mu’ammal
Tahun Penerbitan : Rabiul Tsani 1427 H/Mei 2006 M

PENGANTAR PENERBIT

Syiah adalah sebuah mazhab dalam Islam yang selama ini lebih banyak disalah-mengerti ketimbang dimengerti. Banyak tuduhan miring kerap dialamatkan kepada golongan yang mengaku mencintai Rasulullah saw dan keluarga (Ahlul Bait) beliau ini. Benar atau tidak tuduhan tersebut kemudian menjadi tidak penting lagi bagi sebagian kalangan; mazhab yang satu ini harus dihakimi dan bersedia menanggung akibat dari apa yang boleh jadi tidak dilakukannya.

Sabtu, 08 September 2012

Isu-Isu Penting Ikhtilaf Sunnah-Syi'ah Karya: Sayyid Abdul-Husain Syarafuddin Al-Musawi

Sayyid Abdul-Husain Syarafuddin Al-Musawi
Sayyid Abdul-Husain Syarafuddin Al-Musawi dilahirkan pada tahun 1290 H di kota Kazhimiah, Irak, dari kedua ibu-bapak yang silsilah keturunannya bersambung kepada Rasulullah SAWW. Sejak usia delapan tahun, ia telah mempelajari berbagai ilmu tentang bahasa Arab, balaghah, logika, fiqh, ushul fiqh, dan ilmu-ilmu lain, di kota Amila, sebelah selatan Libanon. Mencapai usia tujuh belas tahun, ia pun berkeliling ke kota-kota Najaf, Samira, dan kota lain di Irak, untuk melanjutkan pelajarannya. Sejak itulah ia kemudian dikenal sebagai seorang pemuda yang disegani di kalangan terpelajar karena pengetahuannya yang luas, kecerdasannya yang memikat, ketelitiannya dalam pembahasan, keunggulannya dalam berdiskusi, di samping watak santun dan akhlaknya yang mulia. Dalam usia tiga puluh dua tahun ia kembali ke tempat kelahirannya, atas perintah ayahnya. Kedatangannya disambut dengan hangat oleh penduduk termasuk para alim-ulama dan para pemuka daerah setempat. Kefasihannya berpidato, ketegasannya membela kebenaran, kasih-sayangnya kepada kaum lemah, dan keteguhannya dalam beramru bil ma'ruf, nahi 'anil munkar, serta sikap tawadhu'nya di hadapan para ulama, membuatnya menjadi seorang mujtahid yang amat disegani. Pada tahun 1329 H, di saat memuncaknya tekanan-tekanan pemerintah kolonial yang kejam terhadap dirinya, ia pun memutuskan untuk pergi ke Mesir. Sesampainya di Mesir, ia pun disambut meriah oleh para alim-ulama, dan bahkan berkesempatan pula bertemu dengan Rektor Al-Azhar waktu itu, Syaikh Salim Al-Bisyri Al-Maliki. Pertemuan itu kemudian dilanjutkan dengan perbincangan-perbincangan menarik antara keduanya, yang akhirnya membuahkan buku Dialog Sunnah-Syi'ah yang sangat terkenal itu. Walaupun kehidupannya sarat akan kesulitan-kesulitan, tapi ia tetap bergiat dalam bidang ilmu pengetahuan. Ada berpuluh-puluh karyanya, yang tema-tema bahasannya kebanyakan mengutamakan persatuan ataupun pendekatan antara kelompok-kelompok yang saling berbeda paham, di antaranya: Al-Kalimah Al-Gharra' fi Tafdhil Al-Zahra', Al-Nash wa Al-Ijtihad, Abu Hurairah, dan Masail Fiqhiyyah. la meninggal dunia pada tanggal 30 Desember 1957, dalam usia delapan puluh tujuh tahun, di Amila, Libanon. la dimakamkan di pemakaman keluarga di Najaf, Irak.

Minggu, 07 Agustus 2011

Meninjau (kembali) Waktu Berbuka Puasa

Ahmadinejad berbuka dengan sederhana bersama para yatim


Di sini saya mengingatkan (afwan kalau keilmuan saya belum membawa saya pada posisi yang pantas untuk mengingatkan) bahwa tidak ada bedanya shaim (orang yang niat berpuasa) yang makan dan minum 10 jam sebelum waktu berbuka dengan yang makan dan minum 30 detik sebelum waktunya, puasa keduanya sama-sama batal, dan tidak terhitung sebagai puasa sehari penuh, minimal merusak kesempurnaan puasa.
Ismail Amin


Saya tiba-tiba merasa terpanggil menulis ini, setelah menerima pesan di inbox dari teman sesama pelajar Qom yang sekarang sedang berada di tanah air, menghabiskan liburan musim panasnya. Beliau bertanya mengenai waktu berbuka puasa di Indonesia, yang katanya hari masih cukup terang namun waktu berbuka dengan terdengarnya adzan maghrib telah masuk. Sementara di Iran, berbuka puasa ketika hari benar-benar telah gelap. Saya juga pernah mengalaminya sendiri ketika berada di tanah air tahun lalu, sampai saya menulis di status FB saya, sekedar mengingatkan, untuk konteks Indonesia, petanda masuknya waktu berbuka adalah masuknya malam, bukan adzan maghrib, terlebih lagi ketika melihat suasana langit, yang waktu itu masih terang, yang bisa jadi (untuk sementara ini sekedar dugaan saja, butuh tahkik lebih lanjut) waktu adzan maghrib sendiripun sebenarnya belum masuk.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Taraweh: Bid’ah yang Indah Itu….



Dari kitab Sahih Bukhari[1] dan Sahih Muslim[2] kita dapat mengambil pelajaran bahwa pada zaman Nabi Muhammad Saw dan pada zaman kekhalifahan Abu Bakar serta pada beberapa waktu pemerintahan Umar, tidak terdapat ritual shalat Tarawih
Ummu Aliyan


Kalau kita saksikan dikebanyakan masjid-masjid saudara kita, Ahlussunnah, kita sering menjumpai pada malam-malam bulan Ramadhan terdapat ritual shalat berjamaah yang jumlah raka’atnya sebanyak 8 rakaat, 20 raka’at atau 36 rakaat. Konon Rasulullah Saw hanya mengerjakan 8 rakaat secara berjamaah kemudian melanjutkannya di rumah. Hal ini juga diikuti oleh para sahabat.
Namun, bagaimana sebenarnya hukum shalat Tarawih ini? Berikut ini mari kita menyimak tulisan berikut ini dengan tajuk “Bid’ah yang Indah itu..
 Dari kitab Sahih Bukhari[1] dan Sahih Muslim[2] kita dapat mengambil pelajaran bahwa pada zaman Nabi Muhammad Saw dan pada zaman kekhalifahan Abu Bakar serta pada beberapa waktu pemerintahan Umar, tidak terdapat ritual shalat Tarawih. Hingga pada suatu waktu dari salah satu malam-malam bulan Ramadhan, Umar masuk ke Masjid dan menyaksikan masyarakat melakukan shalat secara sendiri-sendiri (munfarid). Ia juga melihat di salah satu sudut masjid itu, ada sekelompok kaum muslim melaksanakan shalat secara berjamaah.

Selasa, 19 Juli 2011

Fatwa Aneh Wahhabiy : Cara Agar Pria Dewasa Agar Dapat Menjadi Anak Susu (Khusus SALAFI/WAHABI)

*Ultimatum – Biarkan Kami Mengendarai Atau Kami Akan Menyusui Supir Kami*

Wanita Arab Saudi telah sejak lama dirugikan dengan perlunya seorang laki-laki untuk melakukan segala sesuatu, tidak dapat satu ruangan dengan lawan jenis kecuali ada hubungan darah dan mereka tidak dapat membawa mobil mereka sendiri. Sekarang sebuah kelompok wanita Arab Saudi sudah lelah dengan hal ini dan mengancam untuk memberlakukan fatwa mengenai menyusui pria dewasa kecuali mereka diizinkan untuk menyetir.

*Fatwa Terbaru Mengenai Menyusui Pria Dewasa*
Fatwa terbaru yang dikeluarkan oleh Sheikh Abdul Mohsin Bin Nasser Al Obaikan, anggota dari Cendekiawan Arab Saudi, penasehat raja dan konsultan di kementrian hukum menyebabkan sebuah kontroversi. Sheikh Abdul Mohsin Bin Nasser Al Obaikan mengatakan bahwa cara untuk menghindari pelanggaran terhadap hukum Arab yang tegas mengenai kontak antara wanita dan pria adalah dengan mengganti status dari pria yang sering melakukan hubungan dengan sang wanita, dari yang tidak berhubungan darah menjadi hubungan ibu dan anak. Nampaknya Islam menganggap bawah hubungan menyusui setara dengan hubungan darah.

Sabtu, 16 Juli 2011

Diskusi Tentang Pandangan Syar'iyah Atas Multi Level Marketing

Kamis (5/5), Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran sebagai organisasi pelajar Indonesia di Iran mengadakan Diskusi Panel, "Bisnis MLM (Multi Level Marketing) dalam Tinjauan". Hadir sebagai pembicara, Ust. Hasan Abu Ammar, Ust. Marzuki Amin dan Ust. Abdurrahman Arfan. Bertempat di Aula Sadr Madrasah Imam Khomeini Qom Iran, acara tersebut dihadiri sekitar 60an pelajar Indonesia. Berikut adalah postingan salah satu makalah dari pemateri. Insya Allah jalanny diskusi dalam bentuk berita akan menyusul. 
Berikut pembicaraan via telepon kontributor berita ABNA dengan ust. Marzuki Amin sebagai salah seorang pembicara:

ABNA: Assalamu’alaikum Wr. Wb. Ustadz !
Ustadz: Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
ABNA: Afwan ustadz, karna tidak dapat hadir pada acara diskusi pelajar Indonesia seputar masalah MLM. Ana dengar bahwa antum termasuk salah satu pembicaranya? Kalau antum mengizinkan ana boleh minta makalah yang antum tulis dan memuatnya di situs ABNA? Maksud ana agar rekan-rekan kita di tanaha air juga dapat mengetahui masalah muamalah batil ciptaan musuh-musuh islam tersebut. Bagaimana menurut antum ?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...