Imam Muhammad Baqir as: “Orang yang mencari ilmu dengan tujuan mendebat ulama (lain), mempermalukan orang-orang bodoh atau mencari perhatian manusia, maka bersiap-siaplah untuk menempati neraka. Kepemimpinan tidak berhak dimiliki kecuali oleh ahlinya”.
LAKUKAN SEKECIL APAPUN YANG KAU BISA UNTUK BELIAU AFS, WALAU HANYA MENGUMPULKAN TULISAN YANG TERSERAK!

فالشيعة هم أهل السنة

Minggu, 13 November 2011

Fitnah terbaru Ulama Wahabi: Mufti Arab Saudi Ngawur, Konferensi Membela Palestina di Iran dikatakan "Hanya Kamuflase Belaka"


Seiring dengan kebangkitan warga Syiah di Arab Saudi, ulama Wahabi Abdul Aziz al Syaikh dan Syaikh Ali Al Huzaifi menyatakan kebencian dan ketidaksenangannya dengan menyerang Syiah secara provokatif di depan umum dalam khutbah Jum'atnya di Madinah dan Riyadh sambil mengaitkan kebangkitan Islam di kawasan Timur Tengah akibat pengaruh Republik Islam Iran.

Menurut Kantor Berita ABNA, seiring dengan kebangkitan warga Syiah di Arab Saudi, ulama Wahabi Abdul Aziz al Syaikh dan Syaikh Ali Al Huzaifi menyatakan kebencian dan ketidaksenangannya dengan menyerang Syiah secara provokatif di depan umum dalam khutbah Jum'atnya di Madinah dan Riyadh sambil mengaitkan kebangkitan Islam di kawasan Timur Tengah akibat pengaruh Republik Islam Iran.


Mufti Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz Abdullah Al Syaikh menuduh kebangkitan rakyat telah menimbulkan kekacauan sosial begitupun telah merusak pergaulan internasional sambil mengatakan,
"Penyebab kekacauan dan kerusakan di negara-negara Arab umumnya, dan khususnya di negara Arab Saudi adalah fitnah sebuah kelompok sesat yang mengenakan jubah Islam dan bersembunyi di balik topeng kemunafikan mereka. Di balik pakaian ini mereka menyerang ummat dari dalam".

Ulama besar kerajaan tersebut menyampaikan ucapan tersebut di dalam rangkaian acara shalat Jum'at di Masjid Jami' Turki bin Abdullah di Riyadh, ibu kota Arab Saudi. Merujuk kepada Syiah Arab Saudi yang menuntut hak mereka yang diinjak-injak, beliau mengatakan,
"Mereka ini adalah orang yang lemah imannya. Mereka ini musuh Allah dan Rasulullah, dari dulu sampai hari ini mereka berseteru dengan agama Islam. Mereka ini tidak beriman dengan Kitab Allah, tidak percaya dengan sunnah nabi, tidak suka kepada para sahabat serta tidak suka dengan Islam dan penganutnya. Sebaliknya dari dahulu sampai sekarang, hati mereka bersama dengan musuh-musuh Allah dan orang-orang kafir. Mereka inilah yang menjatuhkan dan memukul umat Islam dengan kerja-kerja dan sikap Islami. Semua huru-hara di sepanjang zaman dahulu terjadi melalui mereka dan kerja-kerja kelompok sesat ini."

Pengurus Majelis Ulama Saudi tersebut lebih lanjut menyamakan Republik Islam Iran sebagai tentara bayaran dari luar dan berkata,
"Allah telah menganugerahkan kita dengan berkhidmat kepada Haramain dan mengurusi keperluan para jama'ah haji. Oleh karena itu tidak akan tercetus pertentangan antara masyarakat umum dengan pemerintah jika tidak diprovokasi oleh tentara bayaran yang telah diupah oleh pihak asing untuk tetap memusuhi Islam."

Beliau kemudian menuding Konferensi Internasional Membela Intifadhah Palestina yang baru saja terselenggara di Teheran, ibu kota Republik Islam Iran sebagai pertemuan yang sia-sia saja dan menunjukkan kebenciannya terhadap kebangkitan Islam dengan mengatakan,
"Tiba-tiba timbul rasa tidak senang kepada negara-negara Islam oleh masyarakat Internasional karena kita menyaksikan situasi tidak tenteram dan kekacauan di kalangan masyarakat. Kita kecewa dan bersedih hati karena ketentraman dan kenyamanan hidup warga selama ini dirusak oleh fitnah yang dihembuskan oleh kelompok sesat yang konon mereka mendakwahkan diri membantu pembebasan Palestina. Bahkan mereka telah menyelenggarakan konferensi internasional guna mendukung Palestina padahal tidak ada kebaikan apapun yang didapat dari pertemuan tersebut, selain hanya kepura-puraan dan rasa lelah saja."
Beliau mengatakan,
"Setiap umat Islam tidak boleh simpatik kepada orang-orang seperti mereka apalagi sampai termakan isu bahwa mereka adalah kaum revolusioner yang menuntut pembaharuan dan penegakan syariat Islam. Seorang muslim adalah yang aman lidah dan tangannya bagi muslim yang lain. Namun mereka itu sebaliknya, sepanjang sejarah hanyalah menentang Islam. Dakwaan keislaman mereka hanyalah sebuah kedustaan yang tidak lebih dari kata-kata yang bertentangan dengan apa-apa yang mereka kerjakan".
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...